Rabu, 31 Januari 2018

Sepanjang 2017, Suntikan Pemodal Asing ke Startup RI Capai Rp 64,3 Triliun


PT BESTPROFIT - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyatakan bahwa pihaknya belum menangkap arus modal yang masuk dari investor asing ke sejumlah startup dan perusahaan digital di Indonesia. BESTPROFIT

Namun demikian, BKPM telah menghitung total suntikan dana asing kepada sejumlah startup Indonesia sepanjang tahun lalu, yaitu sebesar 4,8 miliar dollar AS. Jumlah tersebut setara dengan Rp 64,3 triliun (kurs Rp 13.400 per dollar AS). BEST PROFIT


“Total pengumuman investasi di e-commerce 4,8 miliar dollar AS. Ini tentu tidak semuanya serentak di depan, tapi berangsur secara bertahap dalam beberapa tahun,” kata Thomas di kantornya, Selasa (30/1/2018).

Total investasi di sektor e-commerce ini hampir separuh dari total investasi yang masuk ke sektor minyak dan gas yang sebesar sekitar 9 miliar dollar AS per tahunnya.

“Total investasi e-commerce dan startup sudah lebih dari separo investasi di migas. Jadi skalanya sudah besar. Pertumbuhannya 30-50 persen per tahun,” ujarnya.

BKPM mencatat, realisasi penanaman modal di Indonesia selama tahun 2017 sebesar Rp 692,8 triliun dari target investasi sebesar Rp 678,8 triliun. Dengan jumlah tersebut, realisasi investasi pada tahun 2017 melampaui target.

Namun, angka tersebut belum memasukkan arus modal yang masuk e-commerce, digital ekonomi, dan startup tersebut.

Dia mengakui, BKPM masih keteteran dalam mengklasifikasikan sektor e-commerce. Hal ini, yang menjadi penyebab nilai investasi e-commerce belum masuk dalam realisasi investasi yang dipublikasikan BKPM.

Oleh karena itu, dari total investasi tahun 2017, mungkin hanya kurang dari 10 persen yang sudah masuk dari investasi di sektor tersebut.

“Fenomena ini sangat mendadak sekali. Belum pernah di sejarah dari Rp 0 jadi puluhan triliun rupiah. Perlu upaya ekstra untuk kejar laporan-laporan status investasi dari investor-investor ini,” ujarnya.

Thomas menegaskan, kesulitan mengklasifikasikan data tersebut akan menjadi pekerjaan rumah. Hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

“Apa Go-Jek itu portal, atau perusahaan transportasi? Jadi ini suatu pendataan yang perlu dibenahi dalam satu sampai tiga tahun ini,” katanya.

Sumber : Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar