Kamis, 18 April 2019

Balada Partai Baru: Kampanye Menggebu tapi Tak Lampaui Batas Pemilu



Partai-partai baru di Pemilu 2019 telah berkampanye menggebu-gebu supaya berhasil masuk ke parlemen. Namun hingga saat ini, hasil hitung cepat (quick count) belum menunjukkan bahwa kampanye mereka bisa mengantar sampai kursi DPR. BEST PROFIT

Hal itu dilihat dari hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei seusai pemungutan suara Pemilu 2019 untuk Pileg 2019.

detikcom mencatat pada Kamis (18/4/2019), perolehan quick count partai-partai baru seperti Perindo, PSI, Berkarya hingga Garuda masih berada di bawah ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) yakni 4 persen. Partai-partai ini mayoritas mendapat perolehan rata-rata di kisaran 0 hingga 2,9 persen. BESTPROFIT

Dalam masa kampanye sebenarnya partai-partai baru ini bukan tanpa perjuangan. Sejumlah program hingga kebijakan pun ditawarkan untuk mengaet pemilih. 

Seperti PSI. Partai yang menyebut mayoritasi kadernya berasal dari generasi muda ini sempat membuat sejumlah kebijakan yang menimbulkan kontroversi. Salah satunya, menolak perda syariah atau perda yang berlandaskan agama. PT BESTPROFIT

"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini," kata Ketum PSI Grace Natalie saat HUT ke-4 PSI di ICE BSD Hall 3A, Tangerang, Minggu (11/11).

"Partai ini tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah, tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa," sambungnya.

Selain menolak perda syariah atau perda yang berlandaskan agama, PSI juga mengeluarkan kebijakan kontroversi yaitu politik anti-poligami hingga instruksi soal ucapan selamat Natal. Kebijakan itu kemudian memicu sejumlah komentar dari berbagai pihak mulai dari ormas keagamaan, lawan politik hingga partai koalisi. BESTPROFIT FUTURES

Selain PSI, partai baru lain, Berkarya mengaku membawa simbol dan pemikiran Presiden ke-2 RI Soeharto dalam kampanye untuk memikat pemilih. Berkarya mengklaim Soeharto memiliki elektabilitas lebih tinggi di antara Presiden RI sebelumnya. Dia menegaskan Berkarya tidak ragu mengakui Soeharto sebagai simbol partainya.

"Malah hasil penelitian di hasil terbesar paling dicintai rakyat siapa? Soeharto. Kemudian Sukarno, kami jadi tidak ragu kalau kami deklarasikan ideologi kami yang kami pasang di baliho, billboard adalah Pak Harto. Jadi kita nggak ragu lagi pasang itu di berbagai lini," tegas Sekjen Berkarya Priyo.

Tak hanya PSI dan Berkarya, Perindo dan Garuda juga memiliki cara-cara untuk mendapatkan suara dari pemilih. Keputusan Perindo mendukung capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf menjadi salah satu cara mendapatkan suara dari pendukung calon pertahana itu.

Namun, apa daya perjuangan selama masa kampanye itu belum cukup membuat partai-partai baru ini berbicara banyak di Pemilu 2019. Dari hasil sementara sejumlah quick count memperlihatkan partai baru itu sulit menembus PT 4 persen.

Berikut hasil quick count partai baru di Pemilu 2019.

Perindo
Litbang Kompas:2,85%
Indobarometer: 2,67%
LSI Denny JA: 2,96%
Charta Politika: 2,75%

PSI
Litbang Kompas: 2,03%
Indobarometer: 2,07%
LSI Denny JA: 2,36%
Charta Politika: 2,16%

Berkarya
Litbang Kompas: 2,11%
Indobarometer: 2,12%
LSI Denny JA: 2,40%
Charta Politika: 1,98%

Garuda 
Litbang Kompas:0.53%
Indobarometer: 0,57%
LSI Denny JA: 0,98%
Charta Politika: 0,53%

Sumber : Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar