Rabu, 13 Desember 2017

Hancurkan Pabrik Narkotika, Militer AS Lumpuhkan Pendapatan Taliban


PT BESTPROFIT - Pejabat militer Amerika Serikat mengklaim koalisi militer pimpinannya di Afganistan telah menghancurkan 25 pabrik pengolahan obat-obatan terlarang di provinsi Helmand, Afganistan.

Dilansir dari VOA, Selasa (12/12/2017), penghancuran pabrik itu melenyapkan narkotika senilai 80 juta dolar AS atau Rp 1 triliun, pada tiga pekan pertama, melalui serangan udara yang bertujuan untuk menghilangkan potensi pendapatan kelompok Taliban. BESTPROFIT


Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS, Lance Bunch mengatakan kepada wartawan melalui telekonferensi, sekitar 16 juta dolar AS atau Rp 217 miliar dari 80 juta dolar AS yang dilenyapkan, merupakan pendapatan langsung bos mitra Taliban. BEST PROFIT

"Ini adalah perang baru," kata Bunch.

Dia juga memuji otoritas baru yang diberikan oleh pemerintahan Trump sehingga memungkinkan koalisi militer pimpinan AS untuk menyerang struktur dukungan terhadap Taliban, seperti gudang senjata hingga ke pendapatan uang. 

Sebelum perubahan kebijakan oleh Trump, militer AS hanya diizinkan melakukan srangan udara untuk membela pasukan keamanan nasional Afganistan yang berada di dekat garis pejuang Taliban.

"Ini jelas membalikan keadaaan, dan Taliban benar-benar merasakannya," ujar Bench kepada wartawan di Pentagon.

Data dari militer AS menunjukkan Taliban telah menghasilkan pendapatan sekitar 300 juta dolar AS hingga 500 juta dolar AS atau Rp 4 triliun hingga Rp 6,7 triliun.

Sebagian dari itu, sekitar 200 juta dolar AS atau Rp 2,7 triliun berasal dari perdagangan narkotika di Afganistan.

Saat ini, AS, Afganistan, dan sekutu internasional sedang berupaya untuk melumpuhkan kemampuan Taliban untuk mendanai operasi mereka, termasuk merekrut pejuang dan membeli senjata.

Penghancuran pabrik itu diklaim akan melemahkan kemampuan Taliban dalam beberapa bulan mendatang.

"Serangan ini baru saja dimulai, dan ini akan menjadi musim dingin yang panjang bagi Taliban," kata Bunch.

Sumber : Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar