Jumat, 15 Juni 2018

RI Gabung DK PBB, Komisi I: Maksimalkan Perjuangan untuk Palestina


PT BESTPROFIT - Indonesia terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB. Komisi I DPR yang membidangi hubungan internasional pun berharap agar Indonesia bisa semakin maksimal dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi Kementerian Luar Negeri RI, termasuk Menlu Retno Marsudi yang telah banyak berjuang dalam upaya membuat Indonesia masuk kembali sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Ini adalah kali ke-4 Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB sejak lembaga internasional itu dibentuk. PT BESTPROFIT


"Selamat kepada tim kementerian Luar negeri, khususnya Ibu Menlu dan Dubes Luar Biasa Kita di PBB yang sudah bekerja dengan diplomasi tingkat tinggi meyakinkan negara-negara sahabat kita memberikan suaranya untuk Republik Indonesia mewakili Kawasan Asia Pasifik di dalam Keanggotaan Tidak Tetap DK PBB dua tahun ke depan," ujar Kharis kepada wartawan, Sabtu (9/6/2018).

Dengan masuknya RI menjadi anggota DK PBB, Kharis menyebut bisa menjadi perwujudan kepercayaan negara dunia soal sikap politik Indonesia dalam upaya menjaga perdamaian dunia. Itu menurutnya yang menjadi pertimbangan negara-negara lain memilih Indonesia. Kharis punya harapan tersendiri dengan masuknya Indonesia sebagai anggota DK PBB.

"Keterpilihan Indonesia di DK PBB harus dimaksimalkan untuk mendorong tercapainya perdamaian dunia dan pembebasan tanah Palestina dari penjajahan zionis Israel sebagaimana fungsi dan kewenangan yang dimiliki oleh Anggota DK yang tertulis di dalam Piagam PBB," tutur politikus PKS itu.

Kharis menilai, Indonesia bisa lebih memiliki kekuatan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dia mengatakan Indonesia bisa mengusulkan agar DK PBB membentuk tim investigasi internasional dalam mengatasi permasalahan Palestina vs Israel itu.

"Untuk menginvestigasi situasi atau keadaan yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional terkait pembantaian zionis Israel terhadap warga Gaza Palestina yang hingga kini terus berlangsung dan tentu mendorong agar Palestina Merdeka segera dapat terwujud sehingga perdamaian dunia dan kawasan tercipta," urai Kharis.

Seperti diketahui, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap PBB setelah mengantongi 144 dari 190 keseluruhan suara. Indonesia juga telah memenuhi persyaratan minimal 2/3 dari anggota tetap PBB atau 127 suara. Mulai 1 Januari 2019, Indonesia akan menggantikan posisi Kazakhstan untuk wakil di Asia-Pasifik. 

Sumber : Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar