Senin, 29 Oktober 2018

Curhatan Menkominfo Saat Didemo karena Go-Jek dan Grab


BEST PROFIT  - Hadirnya perusahaan penyedia aplikasi transportasi seperti Go-Jek dan Grab sering kali menimbulkan kontroversi. Salah satu yang konflik besar yang timbul adalah gesekan dengan pengemudi taksi.


Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjadi salah satu pejabat yang dituding meberikan karpet merah ke perusahaan-perusahaan teknologi itu. Beberapa kali Rudiantara didemo. BESTPROFIT


"Enggak ada pemerintah yang melarang masuknya star-up. Justru kita mendorong, paling saya yang didemo. Memang saya didemo waktu itu," tuturnya dalam acara MilenialFest 90 Tahun Sumpah Pemuda di Djakarta Theater, Jakarta, Minggu (28/10/2018).

Menurut Rudiantara hadirnya Go-Jek dan Grab di Indonesia memberikan dampak positif bagi masyarakat. Meskipun dia tak memungkiri akan ada pihak yang merasa dirugikan. PT BESTPROFIT 

"Saya bicara dengan atasan saya ke Pak Jokowi dan Pak JK ini bagaimana? Saya bilang masyarakat butuh, memang betul ada yang merasa dirugikan. Tapi dulu taksi itu mangkal begitu ada taksi argometer itu taksi mangkal demo. Sekarang ada Go-Jek dan Grab, taksi argometer yang demo. Siapa tahu nanti Go-Jek yang didemo," tambahnya.

Kebutuhan masyarakat akan hadirnya perusahaan aplikasi transportasi bisa dilihat dari pesatnya perkembangan perusahaan tersebut. Go-Jek misalnya kini sudah bertransformasi yang tidak hanya melayani jasa mengantar orang saja.

"Misalnya Go-Food, itu total sampai Juni 2018 sudah 191 juta km pengantarannya. Itu sama dengan 40 ribu kali keliling dunia. Kebetulan saya punya angkanya. Itu luar biasa," terangnya.

Rudi juga menjelaskan pada 2017 total investasi asing terhadap dunia start-up sekitar US$ 3,7 miliar. Angka itu separuh lebih dari total investasi di bidang energi. Hal itu menurutnya membuktikan bahwa pemerintah tidak pernah menghalangi perkembangan industri teknologii.

"Tahun 2017 investasi asing di start-up US$ 3,7 miliar paling besar dalam sejarah. Dibanding investais energi setengah lebih yang hanya US$ 7-8 miliar. Kenapa bisa besar karena kita bikin relax regulasinya," tutup Rudi.

Sumber : Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar