Senin, 07 November 2016

Saham Asia Naik seiring Kembalinya Risk Appetite pasca Pernyataan FBI



Best Profit Futures - Saham Asia menguat setelah Federal Bureau of Investigation menegaskan kembali pandangannya bahwa penanganan Hillary Clinton terkait e-mailnya di saat ia menjabat sebagai sekretaris negara bukan merupakan kejahatan.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,2 persen ke level 136,93 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo. Indeks Topix Jepang bertambah 1,2 persen seiring penurunan 1 persen yen terhadap dolar. Saham berjangka AS melonjak, seperti yang dilakukan peso Meksiko. Indeks saham Asia telah merasakan penurunan selama dua minggu terakhir dan Indeks S & P 500 telah membukukan penurunan harian beruntun terpanjang sejak tahun 1980 seiring menipisnya keunggulan Clinton atas Donald Trump di sebagian besar jajak pendapat setelah FBI membuka kembali penyelidikan terkait server e-mail yang tidak sah.

FBI mengatakan bahwa mereka tetap pada pandangnnya bahwa penanganan Clinton terkait e-mailnya selama masa jabatannya sebagai sekretaris negara bukan sebuah kejahatan setelah meninjau komunikasi baru yang berpotensi terkait dengan kandidat Demokrat, pimpinan James Comey mengatakan dalam sebuah surat kepada Kongres pada hari Minggu di AS. Pernyataan itu datang lebih dari seminggu setelah Comey mengatakan biro mencari e-mail lain yang terkait dengan kasus Clinton.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,8 persen, S & P / ASX 200 Index Australia bertambah 1 persen dan S & P / NZX 50 Index Selandia Baru melonjak 1,4 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai perdagangan saat berita ini diturunkan. 

Sumber: Bloomberg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar